Tafsir Surah Ali Imran Ayat 18-20

tafsir-e1451313631192Allah ta’ala berfirman:

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا بِالْقِسْطِ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {18} إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللهِ اْلإِسْلاَمُ وَمَااخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَاجَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِئَايَاتِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ {19} فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُل أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ للهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَاْلأُمِّيِّينَ ءَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا وَّإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَاللهُ بَصِيرُُ بِالْعِبَادِ {20}

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak di-sembah) melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga me-nyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana.(18) Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, ‘Aku menyerahkan diriku kepada Allah, dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.’ Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, ‘Apakah kamu (mau) masuk Islam. ‘Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya.”” (Ali Imran: 18-20).
_________________________________

Tafsir Ayat : 18

(18)Ini adalah persaksian paling mulia yang bersumber dari Raja Yang Maha Agung, dan dari para malaikat serta orang-orang yang berilmu, atas suatu perkara yang paling mulia yang disaksikan yaitu pengesaan Allah dan penegakanNya akan keadilan. Itu semua mengandung persaksian atas seluruh syariat dan seluruh hukum-hukum pembalasan, karena syariat dan ajaran itu dasar dan pondasi-nya adalah tauhidullah dan pengesaanNya dengan ibadah dan pengakuan akan keesaanNya dalam sifat-sifat keagungan, kesombongan, kebesaran, keperkasaan, kuasa dan kemuliaan, juga dengan sifat kedermawanan, kebajikan, kasih sayang, perbuatan baik, keindahan, dan dengan kesempurnaanNya yang mutlak yang tidak dapat dihitung oleh seorang pun dari makhluk untuk meliputi sedikit pun darinya atau mereka mencapainya atau mereka sampai kepada sanjungan atasNya. Dan ibadah-ibadah yang syar’i dan muamalah serta hal-hal yang mengikutinya, perintah maupun larangan, semua itu adalah keadilan yang tidak ada kezhaliman padanya, kesewenang-wenangan dalam keadaan apapun, bahkan semua itu berada pada puncak dari hikmah dan kepastian, serta balasan terhadap amalan-amalan shalih maupun buruk, semua itu adalah keadilan,

قُلْ أَيُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً قُلِ اللهُ شَهِيدُُ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَأُوحِىَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْءَانُ لأُنذِرَكُم بِهِ وَمَن بَلَغَ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللهِ ءَالِهَةً أُخْرَى قُل لآَّأَشْهَدُ قُلْ إِنَّمَا هُوَإِلَهُُ وَاحِدُُ وَإِنَّنِي بَرِىءُُ مِّمَّا تُشْرِكُونَ {19}

“Katakanlah, ‘Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?’ Katakanlah, “Allah.” (Al-An’am: 19),

Maka tauhidullah, AgamaNya dan pembalasanNya telah tetap (tsabit) dengan ketetapan yang kuat yang tidak ada keraguan lagi padanya dan ia merupakan hakikat yang paling agung dan paling jelas. Dan Allah telah menegakkan atas hal itu bukti-bukti nyata dan dalil-dalil yang tidak mungkin lagi dihitung dan dijumlah.

Dalam ayat ini terdapat keutamaan ilmu dan ulama, karena Allah ta’ala mengkhususkan mereka dalam penyebutan tanpa menyertakan manusia lainnya. Allah menyandingkan kesaksian mereka dengan kesaksianNya dan kesaksian para malaikatNya, dan Allah menjadikan kesaksian mereka adalah keterangan dan dalil yang paling besar atas ketauhidanNya, AgamaNya dan pembalasanNya. Seorang yang mukallaf wajib menerima kesaksian yang adil lagi benar tersebut, dan termasuk di antara kandungannya adalah membenarkan mereka, bahwa para makhluk mengikuti mereka dan bahwa mereka adalah para pemimpin yang diikuti. Dalam poin ini terdapat keutamaan, kemuliaan dan kedudukan yang tinggi yang tidak dapat diukur kadarnya.

Tafsir Ayat : 19

(19) Allah ta’ala memberitakan, (إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللهِ) “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah” maksudnya, agama yang mana Allah tidak memiliki agama selainnya dan tidak pula diterima se-lainnya adalah, (اْلإِسْلاَمُ) ” Islam,” yang artinya ketundukan kepada Allah semata, secara lahir maupun batin dengan apa yang disyariat-kanNya melalui lisan rasul-rasulNya, Allah ta’ala berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ اْلأِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ {85}

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”(Ali Imran: 85),

Maka barangsiapa yang beragama dengan selain agama Islam, maka hakekatnya ia tidak beragama untuk Allah. Karena ia tidak menem-puh jalan yang disyariatkanNya melalui lisan rasul-rasulNya.

Kemudian Allahta’ala memberitakan bahwasanya ahli kitab mengetahui hal itu, dan mereka berselisih dan menyimpang darinya hanya karena keras kepala dan kedengkian, sebab jika bukan karena itu maka sesungguhnya telah datang kepada mereka ilmu, yang mengharuskan tidak terjadinya perselisihan bahkan yang mengharus-kan mereka memasuki agama yang sebenarnya. Kemudian setelah datang Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka, maka mereka mengetahuinya dengan sebenar-benarnya, akan tetapi kedengkian, kezhaliman dan kekufuran kepada ayat-ayat Allah telah menghalangi mereka dari mengikuti kebenaran, (وَمَن يَكْفُرْ بِأَيَاتِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ) “Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.” Maksudnya, hendaklah mereka menunggu hal tersebut karena itu semua pasti akan tiba, dan Allah akan membalas mereka semua menurut apa yang telah mereka lakukan.

Tafsir Ayat : 20

Ketika Allah menjelaskan bahwa agama yang benar di sisiNya adalah Islam, dan ahli kitab itu telah berdialog dengan Nabi a dengan perdebatan dan hujjah telah tegak atas mereka tetapi mereka membangkang terhadapnya, maka Allah memerin-tahkan kepada NabiNya pada kondisi itu agar berkata dan membe-ritakan bahwasanya ia telah berserah diri lahir maupun batin kepada Allah, dan bahwa orang-orang yang mengikutinya juga tetap sepakat dengannya dalam ketundukan yang tulus. Dan agar beliau berkata kepada manusia seluruhnya, dari ahli Kitab dan orang-orang yang ummi -orang-orang yang tidak memiliki kitab dari bangsa Arab- dan selain mereka apabila mereka berserah diri maka mereka berada di atas jalan yang lurus, petunjuk dan kebenaran. Dan apabila kalian berpaling maka perhitungan kalian hanya pada Allah, sedang saya tidak ada tugas kecuali menyampaikan saja, dan telah saya sam-paikan kepada kalian dan telah saya tegakkan hujjah atas kalian.

[Sumber:

http://ashabulkahfie.com/?p=11995

Tafsir as-Sa’di, oleh syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di]